”Kami ini hasil dari 500 tahun perjuangan: pertama kami berjuang melawan perbudakan, lalu melawan Spanyol semasa perang kemerdekaan, kemudian dengan menolak dihisap oleh imperialisme Amerika Utara, lantas ketika meresmikan konstitusi kita dan mengusir pergi kekaisaran Perancis dari tanah ini. Namun hari ini kami serukan Ya Basta! Kamilah ahli waris pendiri sejati negeri kita ini”
Maka bergeraklah Tentara Pembebasan Nasional Zapatista melakukan pemberontakkan di negara bagian Chiapas Meksiko Tenggara. Dalam waktu singkat Kotapraja San Cristobal de las Casas, ocosingo, Las Margaritas, Altamarino, Chanal, Oxchuc dan Huixan diduduki kaum pemberontak. Sejumlah gerilyawan dengan pimpinan Marcos, subcomandante bertopeng dengan caklong tembakaunya dan dengan beribu halaman surat-suratnya, komunike, prosa, kisah dan dongeng-dongengnya yang luar biasa dan mampu mengubah dan menggerakan dunia.Hidup bersama-sama komunitas masyarakat adat dan bergerak secara dinamis, menguatkan identitas diri, komunitas, mereka-reka mimpi masa depannya dan mewujudkan mimpi mereka tentang tatanan masyarakat yang ideal. Dari semangat berlawan, menjadi semangat imaginatif dan kreatif menawarkan alternatif gerakan dan tatanan yang baru, keluar dari mindset yang ada (termasuk tirani cara pandang lama dan tirani ideologi-ideologi dominan).
Dalam penutup komunikenya dinarasikan:
”Tiap orang sedang bermimpi di negeri ini. Kini saatnya bangun. Inilah badainya. Dari pertarungan dua arus angin ini badai akan terlahir, saat kedatangannya sudah menjelang. Kini angin dari atas sedang berkuasa, dan angin dari bawah sedang berhembus....Inilah ramalannya. Saat badai mereda, saat hujan dan api sekali lagi menyingkir pergi dari negeri yang damai ini, dunia tak bakal lagi berupa dunia namun sesuatu yang lebih baik.”Dalam tulisan lainnya Marcos menyatakan:
”Konon kabarnya saat Michelangelo mamahat patung Daud, ia harus bekerja menggunakan bongkahan keramik ”bekas” yang telah berlubang-lubang di dalamnya. Hanya karena talentanya yang luar biasalah ia mampu menciptakan sosok yang bisa mengatasi kekurangan tersebut. Dunia yang ingin kita ubah telah tergarap oleh sejarah dan berlubang besar. Tidak bisa tidak, kita harus cukup inventif dalam mengubahnya dan membangun sebuah dunia baru. Jaga dirimu; dan jangan lupa bahwa gagasan juga merupakan senjata”.Akhir pekan itu aku menikmati secangkir kopi hitam sembari memperhatikan purnama yang sontak membawa angan untuk kembali ke saat-saat paling bersemangat semasa menempa dan mengabdikan diri dalam wadah perjuangan yang membuat diri ini merasakan semangat dan hidup baru setiap pagi ketika mengetahui ada sebuah idealisme yang harus diperjuangkan hari itu.
Kini saya berada dalam kekosongan sementara, idealisme berada di titik nadir. Ternyata kekosongan itu begitu korosif, merusak dan menjangkiti idealisme hingga nyaris rusak dan hancur karena kekosongan. Layaknya sebuah pohon, ketika kekosongan tiba maka pohon tidak berbuah dan memberikan manfaat hanya mengambil air dari tanah namun tidak berbuah. Ada seseorang aku kenal -seorang Nimo-, yang sempat berbincang di atap rumah Aku, dia bercerita soal mimpi. dan sekarang dia berhasil menggapai mimpinya. Ya seperti Marcos, dia berhasil mereka-reka mimpi masa depannya dan mewujudkan mimpi mereka. Dan Aku ingin seperti mereka, selekasnya bangkit dari kekosongan ini.
0 komentar:
Poskan Komentar